Hanura: Cak Imin Jangan Gembira Dulu, Bisa Jadi Enggak Dipilih Jokowi

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

16 Juli 2018 13:20 WIB
Elektoral | Rilis ID
Rilis ID

RILISID, Jakarta — Partai Hanura turut menanggapi terkait Presiden Joko Widodo yang menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai salah satu dari lima kandidat cawapres yang sudah berada di kantongnya.

Menurut Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir, sebaiknya Cak Imin tak perlu diberikan ucapan selamat terlebih dahulu meskipun namanya disebut oleh Jokowi. Karena menurutnya, belum tentu nama Cak Imin yang akan dipilih oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai cawapresnya di Pilpres 2019 nanti. 

"Kalau memang nama Cak Imin disebut sebagai salah satu kandidat oleh Jokowi, jangan buru-buru kasih selamat karena bisa jadi yang dipilih bukan Cak Imin," kata Inas kepada rilis.id, Senin (16/7/2018). 

Anggota Komisi VI DPR RI itu menjelaskan, Jokowi saat ini membutuhkan sosok cawapres yang tepat untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019. Salah satunya, ujar dia, dengan memilih cawapres yang bisa menambah elektabilitas dan menangkal isu-isu negatif dari lawan politik. 

Menjelang Pilpres 2019 ini, lanjut Inas, sangat marak isu-isu yang mengarah kepada politik identitas. Sehingga, menurutnya, akan berbahaya bagi elektabilitas Jokowi bila salah dalam memilih pendampingnya sebagai cawapres di Pilpres 2019 nanti. 

"Isu-isu strategis menjelang pilpres seperti politik identitas, persoalan hukum dan ekonomi harus benar-benar diperhitungkan. Oleh karena itu dibutuhkan cawapres yang mampu mengkoordinasi itu semua," paparnya. 

Sebelumnya, Jokowi menyebut nama Cak Imin sebagai salah satu dari lima kandidat cawapresnya. Hal itu disampaikan Jokowi bersamaan dengan Cak Imin yang memastikan dukungan PKB kepada mantan Wali Kota Solo tersebut. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya