Gerindra: Ada Oknum Aparat Tidak Netral di Pilkada 2018

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

25 Juni 2018 12:38 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, merasakan adanya indikasi tidak netral oleh oknum aparat dalam menangani Pilkada 2018, seperti apa yang disebutkan Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono.

"Dari laporan teman-teman di lapangan, DPC dan DPD memang kami merasakan ada indikasi oknum-oknum aparat yang hendak tidak netral dan bahkan terindikasi melakukan tindakan yang memihak kepada salah satu kandidat. Baik di kabupaten maupun kota termasuk provinsi dalam hal ini gubernur," ujar Muzani di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Lebih lanjut, Muzani menerangkan indikasi itu seperti pemanggilan terhadap sejumlah calon, kepala desa, ataupun kepala kelurahan. Muzani mengaku pihaknya menemukan indikasi ketidaknetralan itu di beberapa provinsi di beberapa kabupaten/kota. 

"Indikasi yang lain lagi, aparat mengajukan nomor tertentu dan kandidat tertentu," katanya.

Berdasarkan laporan tersebut, Muzani berharap, aparat keamanan tetap menjaga netralitas. Tetap menjaga posisi yang sama untuk semua kekuatan calon yang akan berlaga dalam pilkada besok 27 Juni mendatang.

"Kami berharap netralitas aparat keamanan bisa dijaga dengan baik. Dan kami percaya ini adalah sebuah proses demokrasi di mana aparat menjaga agar kebebasan rakyat dalam memilih dapat bersuka ria seperti halnya suasana lebaran yang bersukaria," jelas Muzani. 

Muzani menambahkan, sejauh ini data-data indikasi tersebut sedang dikumpulkan. Bila indikasinya kuat, tentu Gerindra akan melaporkan ke Bawaslu.

"Tapi kalau indikasi itu baru tanda-tanda awal tentu saja kami mengimbau dan meminta netralitas seluruh aparat terkait untuk menjaga demokrasi ini," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya