Gatot-Anies Dianggap Jadi Solusi Kebuntuan Prabowo-SBY

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

28 Juli 2018 21:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Partai Demokrat dan Gerindra memang belum mencapai kata sepakat untuk menjalin koalisi. Bahkan, setelah pertemuan antara SBY dan Prabowo Subiato berlangsung belum lama ini.

Format capres-cawapres disebut-sebut menjadi salah satu kendala belum tuntasnya deal antara kedua parpol tersebut.

Menurut peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, kedua tokoh itu perlu untuk mencari format capres-cawapres di luar partai politik yang bisa menjadi jalan tengah.

"(Gatot-Anies) peluangnya besar. Apalagi kalau sampai SBY dan Prabowo enggak tuntas negosiasinya. Ini akan jadi solusi bagus untuk mengalahkan Jokowi," kata Taufik kepada rilis.id, Sabtu (28/7/2018). 

Dia menilai, Gatot dan Anies adalah figur baru yang sangat menjanjikan untuk bisa menantang petahana. Apalagi, berbagai lembaga survei selama ini menempatkan Anies dengan elektabilitas dan popularitas yang tinggi.

Tak hanya itu, lanjut Taufik, Jokowi juga mulai memperhitungkan popularitas Anies yang terus naik. Karena menurutnya, Jokowi sudah mulai khawatir apabila mantan menterinya di kabinet kerja itu ikut bersaing nanti.

"Indikasinya kuat, beberapa manuver sudah dilakukan Jokowi termasuk membuat peraturan gubernur yang akan maju dalam pilpres harus mendapat izin presiden. Saya lihat ini sebagai ekspresi ketakutan Istana melihat prospek Anies," ujarnya. 

Sementara untuk Gatot, ungkap Taufik, memiliki dukungan politik dan logistik kuat yang selama ini dibutuhkan oleh partai politik oposisi, termasuk Gerindra.

Sehingga, imbuh dia, komposisi elektabilitas dan popularitas  Anies yang tinggi itu akan sempurna bila didukung Gatot yang memiliki logistik kuat.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya