Fahri Hamzah Curiga Hoaks Kertas Suara Cuma Pengalihan Isu
Sukma Alam
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta KPU lebih aktif menjawab semua kabar bohong atau hoaks yang menyebabkan munculnya keraguan masyarakat tentang legitimasi pemilu.
"Kemarin ada banyak sekali isu yang tidak dijawab tuntas oleh KPU sehingga sekarang harus dijawab tuntas," kata Fahri di Jakarta, Jumat (4/1/2018).
Dia menilai, kasus kotak suara berbahan karton yang menjadi polemik di masyarakat belum dijawab dengan baik oleh KPU, lalu saat ini muncul informasi kertas suara sudah dicoblos.
Fahri mengatakan, kasus surat suara telah dicoblos menutupi kasus kotak suara. Keduanya dapat menimbulkan keraguan masyarakat atas penyelenggaraan pemilu.
"Seharusnya kedua kasus itu membuat KPU terjun dan menjelaskan secara meyakinkan bahwa tidak ada masalah dalam penyelenggaraan Pemilu," ujarnya.
Dia mengatakan, KPU harus menjelaskan mekanisme dan sistemnya agar masyarakat tahu bahwa tidak ada masalah.
Sebelumnya beredar kabar ada tujuh kontainer dari China di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/1) berisi surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan 01.
Pada Rabu (2/1) malam KPU dan Bawaslu langsung mengecek kebenaran kabar tersebut ke Pelabuhan Tanjung Priok dan kabar surat suara sudah dicoblos merupakan hoaks.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta aparat kepolisian melalui "cyber crime" untuk melacak dan menangkap orang yang telah menyebar informasi bohong tersebut.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian. Kami meminta kepolisian mencari siapa yang menyebar informasi itu. Siapapun itu," kata Ketua KPU Arief Budiman dilansir Antara.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
