Djarot Minta Dai Beri Pendidikan Politik ke Umat
Sukma Alam
Medan
"Agama itu sesuatu yang sangat mulia. jadi, jangan digunakan untuk politik praktis, apalagi memecah belah. Mari ajak masyarakat untuk menilai sendiri kapasitas calon, jangan ditakuti," ujar Djarot.
Selain memberikan pendidikan politik, Djarot Saiful Hidayat juga mengharapkan kalangan da'i dan da'iyah untuk mengajak masyarakat agar selalu tenang dan cerdas dalam menerima informasi yang tidak benar, bahkan fitnah yang mungkin muncul.
Djarot Saiful Hidayat mengaku fitnah itu pernah menimpanya dengan isu yang menyebutkannya akan dijadikan Menteri Dalam Negeri jika Presiden Joko Widodo terpilih kembali pada tahun 2019.
Melalui isu tersebut, seolah-olah dikesankan pencalonan Djarot Saiful Hidayat hanya untuk mengantarkan wakilnya Sihar Sitorus sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Dalam pertemuan itu, Djarot Saiful Hidayat menegaskan komitmennya untuk mengabdi hingga akhir periode karena dianggap sebagai "hijrah" dalam membangun Sumatera Utara.
Meski demikian, mantan Wali Kota Blitar itu mengharapkan masyarakat tidak perlu marah dengan pihak yang menyebarkan isu tersebut.
Djarot Saiful Hidayat mengajak da'i dan da'iyah untuk mendoakan pihak-pihak yang menyebarkan isu itu agar tidak terus menyebarkan fitnah.
"Jadi, kalau ada yang menyebarkan fitnah dan kebencian, mari kita doakan," ujar Djarot.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
