Disebut Namanya, Cak Imin Dianggap Paling Spesial bagi Jokowi
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, mengatakan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki makna spesial bagi Presiden Joko Widodo.
Hal itu menurutnya, lantaran Jokowi menyebut langsung Ketum PKB, Muhaimin Iskandar sebagai salah satu kandidat cawapres yang telah dikantonginya di antara empat nama lainnya.
"Walaupun belum benar-benar pasti ditunjuk sebagai cawapres, tetapi penyebutan nama Muhaimin secara langsung oleh Jokowi tentu punya makna politis tersendiri," kata Said melalui siaran persnya kepada rilis.id, Minggu (15/7/2018).
Dia melanjutkan, PKB boleh berbangga lantaran ketumnya menjadi satu-satunya yang disebut oleh Jokowi. Menurutnya, penyebutan nama Cak Imin oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi anugerah bagi partai tersebut.
"Oleh karena baru Muhaimin satu-satunya orang yang disebut namanya secara langsung oleh Jokowi, maka hanya dia lah yang sementara ini bisa disebut sebagai cawapres resmi Jokowi. Sebab empat yang lain kan masih rahasia. Belum disebutkan namanya oleh presiden," ujarnya.
Said menilai, peluang yang dimiliki oleh Partai Golkar, PPP, NasDem, Hanura, dan parpol yang lain untuk menempatkan kadernya sebagai pendamping Jokowi menjadi semakin sempit. Karena, menurutnya, sudah ada nama Cak Imin dan tokoh lain dari unsur non-parpol dalam daftar tersebut.
"Ditinjau dari latar belakang penyebutan nama Muhaimin sebagai salah satu kandidat cawapres, maka keberhasilan PKB memengaruhi Jokowi ini sebetulnya tidak terlepas dari strategi cantik yang dimainkan oleh Muhaimin dan PKB," ungkapnya.
Cak Imin, jelas Said, sudah jauh-jauh hari gencar mempromosikan diri sebagai cawapres. Selain itu, imbuh dia, Jokowi dan parpol pendukung yang lain juga merasa khawatir dengan siasat Cak Imin.
"Melalui taktik penetrasi Muhaimin dan PKB coba menekan Jokowi dengan cara menembus lingkaran 'oposisi. Ini dilakukan dalam rangka menaikkan posisi tawar PKB dihadapan Jokowi," jelas dia.
"Ketika proses negosiasi dengan kubu petahana sedang berjalan, pada saat yang sama Muhaimin dan elit PKB juga melakukan pembicaraan dengan kubu SBY untuk menjajaki peluang poros ketiga, termasuk dengan kubu Prabowo Subianto," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
