Demokrat Inginnya Tak Cuma Jadi 'Penggembira' di Pilpres 2019

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

26 Juli 2018 15:05 WIB
Elektoral | Rilis ID
Anggota Komisi III DPR RI, Mulyadi. FOTO: RILIS.ID/Zul Sikumbang
Rilis ID
Anggota Komisi III DPR RI, Mulyadi. FOTO: RILIS.ID/Zul Sikumbang

RILISID, Jakarta — Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Mulyadi menyatakan bahwa partainya tak mau jadi pengikut semata, atau penggembira saja dalam upaya memajukan bangsa lima tahun ke depan.

"Demokrat sebagai partai besar harus memberikan peran, harus memberikan warna untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Demokrat tidak mau hanya sekedar ikut-ikutan saja," kata Mulyadi kepada rilis.id di Jakarta pada Kamis (26/7/2018).

Karena itu, dalam berkoalisi, harus saling mempunyai kebersamaan, saling menghormati, saling menghargai sehingga masing-masing punya peran.

"Buat apa koalisi kalau platformnya tidak sama, hanya satu pihak dibutuhkan dan dan yang lain dianggap penggembira saja. Koalisi adalah kebersamaan saling membutuhkan," ujarnya.

"Alangkah sulitnya bergabung bila tidak saling menghargai, tidak saling membutuhkan, hanya dianggap sekedar pelengkap. Demokrat tidak mau seperti itu," kata anggota Komisi III DPR RI itu. 

Kalau berkoalisi dengan Gerindra, kata dia, Partai Demokrat dihargai, dihormati dan memiliki platform yang sama untuk membangun bangsa dan negara ini

"Tinggal bagaimana menjabarkan lebih detail lagi," kata dia.

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto memiliki pandangan yang sama tentang bangsa saat ini, apa yang terjadi.

Ada persoalan-persoalan yang harus diselesaikan oleh seorang capres dan cawapres sebagai pemimpin bangsa. Makanya, harus dicari presiden yang cakap, serta mampu menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa selama ini.

"Dan, harapan-harapan rakyat kepada seorang pemimpin itu akan terwakili oleh capres dan cawapres yang akan diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Gerindra serta beberapa partai lain," tambah Mulyadi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya