Demokrat-Gerindra Pecah, Jenderal Kardus Kuasai Trending Topic di Twitter

Segan Simanjuntak

Segan Simanjuntak

Bandarlampung

9 Agustus 2018 00:18 WIB
Politika | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID

RILISID, Bandarlampung — Cuitan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief yang menuding Prabowo jenderal kardus menguasai trending topic Twitter, pada Rabu (8/8/2018) malam.

Sampai pukul 23.55 WIB, Jenderal Kardus masih merajai trending topic Twitter. Hastag ini mengalahkan 500 M sebagai mahar Partai Gerindra yang dibayarkan Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS.

“Lobi politik Prabowo sangat marathon bahkan terkesan membingungkan di injury time. Pertanda gak punya orientasi ngurus negara. #jenderalkardus,” cuit pemilik akun @Robye_Dimu.

Sedangkan akun lainnya malah membeberkan kepanjangan kata kardus.

“K.A.R.D.U.S Kemesraan Awal Rencana Dirusak Uang Sandi,” tulis pemilik akun @benclunx.

“wagebener tajir baku hantam dengan mayor dinasti tajir 500 M (adu fulus dibalik politik wapres),” timpal pemilik akun @toingtiong.

Akun lainnya malah menggambarkan kondisi jalan protokol di DKI Jakarta pada Rabu malam. “Jalanan Jakarta mala mini ramai mobil-mobil elite politik yang kesana kemari untuk konsolidasi #PolitikLumpur dan #JenderalKardus. Mega Kuningan, Kartanegara, Widya Chandra, Kemang, bhahaha. Meanwh, Pakde lagi bobo ganteng,” kata pemilik akun @ArfianRv.

Andi Arief meluapkan kekecewaannya kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melalui akun Twitternya. Ia juga menyebut, Prabowo lebih memilih Sandi Uno, yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 miliar untuk pilihannya sebagai cawapres.

"Ini bukan DNA kami. Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken," cuitnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya