Demokrat: Bukan AHY yang Halangi Gabung Koalisi Jokowi

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

26 Juli 2018 20:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
FOTO: Instagram/@agusyudhoyono
Rilis ID
FOTO: Instagram/@agusyudhoyono

RILISID, Jakarta — Politisi Partai Demokrat, Herman Khaeron, membantah Ketua Umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) urung mendukung Joko Widodo, karena koalisi tidak menerima nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden.

Menurut Herman, penolakan itu karena koalisi Jokowi menganggap SBY terlalu fokus menyodorkan AHY. 

Meski Demokrat sendiri menjagokan AHY sebagai cawapres Demokrat, namun, AHY bukan lah harga mati. 
Demokrat, kata dia, hanya ingin diajak duduk bersama untuk membahas visi dan misi koalisi Pilpres 2019.

"Kan banyak juga informasi yang membelokkan apa yang disampaikan oleh Pak SBY. Artinya banyak rintangan dan halangan itu bukan persoalan ada negoisasi itu, tapi Pak SBY ingin koalisi itu didudukkan pada porsi yang tepat, membaca dulu visi dan misi koalisi itu kemana arahnya," ujar Herman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Herman menuturkan, batalnya Demokrat mendukung Jokowi karena visi misi antara keduanya belum cocok, termasuk soal cawapres. 

"Kemudian membaca situasi rakyat. Rakyat itu harapannya apa? Sehingga ini harus menjadi komitmen koalisi. Setelah itu, baru kemudian ditentukan siapa capres dan cawapresnya," katanya.

Karena itu, pada akhirnya Demokrat menjajaki koalisi dengan parpol diluar pendukung Jokowi. 
Sebab, komunikasi mendekati visi misi partainya.

"Nah ini yang ingin diletakkan. Sehingga kemudian Pak SBY bertemu secara marathon dengan Pak Prabowo (Ketum Gerindra), dengan Pak Zulhas (Ketum PAN), nanti dengan Pak Sohibul Iman (Ketum PKS) dan kemudian tidak perlu juga ada pernyataan yang mendelegitimasi bahwa ini mundur dari perjanjian, tidak ada. Ini menjadi hak partai partai," jelas Khaeron.

Herman menambahkan, dirinya menyarankan Ketua Umum PPP agar tidak mencampuri dapur partai lain. 

Sebab sebelumnya, Romahurmuziy terlalu jauh mengomentari batalnya Demokrat dukung Jokowi karena tawaran tinggi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya