Dana Pilgub Lampung Rp896 M, Pengamat: Boros, Kenapa Nggak E-Voting?
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung telah menyerahkan besaran anggaran untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.
Total anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan hajat lima tahunan tersebut menembus angka Rp869 miliar lebih. KPU mengusulkan Rp681,4 miliar dan Bawaslu Rp214,7 miliar.
Akademisi Universitas Lampung yang juga pengamat politik, Budi Kurniawan, mengungkapkan dana sebesar itu seharusnya menghasilkan pemilu yang berkualitas.
Bukan hanya soal mendapatkan pemimpin yang kredibel, tetapi dalam proses penyelenggaraannya juga mesti berkualitas. Seperti tidak adanya politik uang dan sosialisasi yang masif.
"Seharusnya seperti itu, tapi kenyataannya di Indonesia tidak ada hubungan antara anggaran yang besar dengan kualitas Pemilu," cetusnya, Selasa (21/6/2022).
Menurutnya, seharusnya pemerintah pusat, terutama KPU berfikir dan berinovasi, agar Pemilu dan Pilkada bisa seminimal mungkin mengeluarkan uang, tetapi pemilu lebih praktis dan efisien.
"Sangat mubazir sekali sebenarnya. Banyak negara yang menggunakan e-voting untuk menghemat Pemilu. India misalnya. Sedangkan kita masih menggunakan cara yang berat biaya," katanya.
Ia menilai uang Rp800 miliar lebih itu bisa digunakan untuk yang lain seperti menuntaskan kemiskinan, yang dinilai lebih efektif ketimbang memilih satu orang yang belum tentu sesuai dengan aspirasi masyarakat secara umum.
Ini yang akhirnya membuat sektor-sektor lainnya yang lebih penting tidak terjamah atau terbenahi.
"Masalah kita ini bukan politik saja, Tapi juga ada kerusakan lingkungan, kemiskinan, dan pendidikan yang seharusnya menggunakan dana besar untuk diselesaikan," ujarnya.
Anggaran Pilgub
Pemilu 2024
KPU Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
