Coba-coba Main Politik Uang di Pilkada, Awas Terciduk KPK
Anonymous
Aceh
RILISID, Aceh — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membangun cabang-cabang yang akan memantau jalannya Pilkada 2018. Dengan begitu, nantinya KPK akan dapat memastikan ada atau tidaknya politik uang yang terindikasi rasuah.
Hal itu dia sampaikan saat membuka pembekalan anti korupsi dan deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Aceh pada hari ini, Kamis (26/4/2018).
"Ke depannya KPK akan ada Korwil yang akan memantau daerah-daerah termasuk juga aceh, pintu-pintu yang rawan memicu korupsi. Para calon kepala daerah ini ke depannya akan menyusun APBD, kalau ada yang ngeyel-ngeyel dan tarik menarik segera lapor ke KPK," katanya.
Dia pun berharap agar pilkada bisa berjalan tanpa ada korupsi di dalamnya. Namun Saut tak memungkiri, masih banyak pasangan calon yang berusaha bermain-main dalam pilkada. Terbukti KPK sudah menjerat beberapa orang Kepala Daerah yang maju lagi sebagai calon.
"KPK menyarankan agar pilkada bisa dilaksanakan dengan gembira, namun ingat akan ada ranjau-ranjau yang memungkinkan anda sekalian bertemu KPK. Rakyat kita mempunyai hati nurani, pasti tahu mana yang benar-benar berkualitas dan layak memimpin. Kalah menang sudah pasti, bagaimana kita menghadapinya dengan berkah," imbau Saut.
Dia mengaku merasakan perubahan sangat lambat. Sebab, OTT masih saja terus bertambah. Belum lagi pengembangan kasus. Untuk itu Saut meminta agar semua pihak mau bekerja sama dengan KPK mengawal jalannya pilkada yang berintegritas.
"Berintegritas apa sih sebenarnya? Nilai-nilai integritas itu terdiri dari jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil," tutupnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
