Bukan Menawarkan AHY, SBY Hanya Ingin Tahu Siapa Cawapres Jokowi

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

27 Juli 2018 08:05 WIB
Elektoral | Rilis ID
Pertemuan Jokowi dengan SBY di Istana. FOTO: Dok Setkab.
Rilis ID
Pertemuan Jokowi dengan SBY di Istana. FOTO: Dok Setkab.

RILISID, Jakarta — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana, membantah bila ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres Joko Widodo sebagai syarat dukungan.

Menurut Putu, SBY hanya ingin kejelasan terkait sosok yang nantinya akan mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai cawapres di Pilpres 2019.

"Posisi Cawapres ini tidak harus dari Demokrat, tetapi kami harus tahu, agar kami yakin bahwa sosok tokohnya memang layak didukung dan menang," kata Putu melalui siaran persnya kepada rilis.id, Kamis (26/7/2018). 

Meski begitu, lanjut Putu, keinginan SBY untuk mengetahui sosok cawapres Jokowi itu tidak mendapatkan jawabannya sejak Rapimnas Demokrat lalu.

Padahal, lanjutnya, SBY bisa memberikan masukan karena berpengalaman memenangkan pilpres dua periode. 

"Ingat, sebagai petahana, dalam hampir seluruh survei, posisi pak Jokowi masih tidak aman. Hasil survei tertinggi sekitar 40-50 persen. Sebagai perbandingan, tahun 2009, hasil survey Pak SBY untuk periode kedua diatas 60 persen," ujarnya. 

Hingga kini, ungkap Putu, Jokowi ternyata belum juga mengumumkan sosok cawapres yang akan mendampinginya.

Dirinya menduga, hal itu dilakukan agar tidak terjadi sentimen negatif di antara partai politik koalisi pendukung Jokowi. 

"Karena hampir semua ketua umum parpol pengusung harap-harap cemas dipilih sebagai cawapres Pak Jokowi. Ini menjawab mengapa pengumuman cawapres akan dilakukan di hari-hari terakhir. Inikah cara PDIP mengunci semua parpol supaya tidak ada waktu lagi bagi parpol lainnya untuk melakukan manuver politik," ungkapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya