Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi, Moeldoko Dianggap 'Kader' SBY 

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

16 Juli 2018 22:05 WIB
Elektoral | Rilis ID
Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief (kanan) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/6/2018). FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin.
Rilis ID
Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief (kanan) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/6/2018). FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin.

RILISID, Jakarta — Mantan Panglima TNI, Moeldoko, disebut-sebut namanya sebagai salah satu kandidat calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo di Pilpres 2019 nanti.

Namun, menurut Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menilai, masih ada sejumlah ganjalan bagi Moeldoko untuk bisa menjadi cawapres Jokowi.

Salah satunya, kata Said, kaitan purnawirawan TNI AD bintang empat itu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dulu dia ditunjuk sebagai Panglima TNI oleh SBY, dan bahkan dianggap sebagai loyalis SBY, sebelum akhirnya beralih ke penguasa baru, yaitu Jokowi," kata Said melalui siaran persnya kepada rilis.id, Senin (16/7/2018).

Menurut dia, sejumlah partai politik koalisi pendukung Jokowi tentu merasa khawatir dengan keberadaan Moeldoko bila menjadi cawapres mantan Wali Kota Solo tersebut.

Karena, menurutnya, bisa saja justru Partai Demokrat yang diuntungkan bila Moeldoko menjadi cawapres Jokowi.

"Sebab, Moeldoko memiliki hubungan baik juga dengan SBY," ujarnya.

Bahkan, lanjut Said, parpol koalisi juga merasa khawatir bila pada akhirnya Moeldoko melakukan balas budi terhadap SBY. Pasalnya, melejitnya karir Moeldoko di TNI terjadi pada masa Presiden RI ke-6 tersebut.

"Jika Moeldoko yang dipilih sebagai cawapres Jokowi, dan menang di Pilpres 2019, misalnya, maka ketika berkuasa nanti bisa saja Moeldoko akan membalas budi SBY dengan memberi ruang kepada Demokrat untuk berperan dalam pemerintahan," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya