Bawaslu Temukan Rekaman CCTV Penyebar Tabloid Indonesia Barokah, Siapa Dia?
Elvi R
Surabaya
Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Timur, Machfud Arifin, meminta agar masyarakat menunggu hasil penyelidikan polisi terkait beredarnya tabloid "Indonesia Barokah" di Jawa Timur.
"Biarkanlah polisi bekerja dulu, Bawaslu bekerja dulu. Kita berusaha mengerem agar itu tidak beredar," katanya setelah acara HUT MKGR dan pelepasan Caleg kader Ormas MKGR di hotel Shangrilla Surabaya pada Sabtu (26/1/2018).
Dia mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf juga banyak dirugikan oleh temuan selebaran kampanye hitam yang banyak beredar di media sosial. Menurut dia, kampanye negatif harus diakhiri dan masing-masing tim harus mengedepankan program kandidat yang diusungnya.
"Ada juga selebaran selebaran say no banyak juga. Banyak beredar di media sosial sampai kemana-mana juga itu harus berhenti juga. Marilah kita berdemokrasi sehat, menyampaikan hal positif bukan saling menjelekkan," tambahnya.
Machfud juga mengimbau agar polisi dan Bawaslu Jatim bergerak cepat mencari penyebar tabloid itu. Agar tidak menimbulkan fitnah yaang merugikan. Dia mengaku mendengar adanya tabloid itu di Jatim seperti Blitar, tetapi sampai saat ini menurut dia, polisi sudah aktif bergerak melokalisir agar tabloid itu tidak menyebar.
"Yang jelas polisi harus bisa mencari dulu siapa pembuatnya dan pelaku yang menyebarkan nggak bener ini," tandasnya.
Machfud menilai, di tahun politik semua kemungkinan bisa saja terjadi. Karena itu, polisi harus bergerak mengusut tuntas kasus tersebut.
" Itu hanya fakta yang ada dikumpulkan kompilasi media. Biasa buat sendiri seolah olah itu, makanya cari sendiri pembuatnya. Ada yang bilang digebukin tetapi yang gebukin siapa," sendirinya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
