Banyak Janji Jokowi Terwujud, TKN: Ini Bukan Kebohongan
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menilai, isu kebohongan pemerintahan Joko Widodo atas janji dan program kerjanya merupakan upaya dari kubu "seberang" untuk mencari simpatik publik.
Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf yang juga politisi Partai Perindo, Mohammad Yamin Tawary, mengatakan hal ini dibesar-besarkan karena memang kubu dari kompetitor Jokowi tak punya keunggulan yang bisa dikedepankan.
"Cuma cari sensasi saja, menyebut 'kebohongan besar' ini supaya dapat simpati rakyat," kata Yamin dalam siaran pers yang diterima rilis.id dari Direktorat Informasi Publik TKN pada Rabu (24/10/2018).
Menurut dia, wajar kalau ada program serta janji Presiden Jokowi yang belum terwujud. Sebab, untuk mengurus masalah besar negara ini tak bisa sekaligus. Tapi, ada skala prioritas, satu per satu.
"Bedakan antara kebohongan dan belum tercapai. Banyak masalah yang harus diselesaikan, dan tidak mungkin semua serempak. Tapi, banyak juga yang sudah tercapai, jadi bukan kebohongan," ujar dia.
Ini juga baru empat tahun masa jabatan Jokowi, belum genap lima tahun. Kata Yamin, tentu di masa satu tahun terakhir ini akan ada janji lainnya yang segera terlaksana.
"Untuk mewujudkan semuanya, Jokowi perlu satu periode lagi. Jadi, semua selesai," tambahnya.
Meski diserang dengan kampanye negatif, pihak timses Jokowi tampaknya enggan membalasnya. Sebab, dalam proses pesta demokrasi ini, publik juga perlu pendidikan politik.
Ia menambahkan, pendidikan politik yang akan disampaikan pasangan calon Jokowi-Ma'ruf dan timnya adalah dengan menjabarkan kinerja petahana, manfaat program kerjanya serta track record.
"Itu yang penting, bukan cuma isu, fitnah atau menyebar hoaks saja," sambung Yamin.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
