Raih Gelar Doktor, Zaiyad Tawarkan Model “Lang Sentiko” untuk Digitalisasi Sekolah
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Zaiyad Namiri resmi menyandang gelar doktor sebagai lulusan ke-424 Program Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung.
Gelar itu diraih setelah ia sukses mempertahankan disertasi dalam sidang terbuka Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam, Senin (27/4/2026).
Di hadapan tim penguji yang dipimpin Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., Zaiyad memaparkan gagasan tentang manajemen strategis digitalisasi pendidikan di tingkat SMP di Kota Bandar Lampung.
Ia menawarkan model bertajuk “Lang Sentiko”, yakni sistem enam langkah dalam mengelola transformasi digital di sekolah.
Enam langkah tersebut meliputi perumusan visi dan misi, evaluasi diri, penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur, pengembangan kurikulum berbasis digital, sosialisasi dan implementasi, serta inovasi berkelanjutan.
Menurut Zaiyad, digitalisasi pendidikan harus diawali dengan analisis lingkungan yang komprehensif, baik internal maupun eksternal.
“Sekolah perlu melakukan analisis SWOT secara berkala. Digitalisasi bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan proses manajerial yang harus diawasi dan dievaluasi secara sistematis,” ujarnya.
Ia mengingatkan, transformasi digital juga memiliki potensi dampak negatif. Karena itu, sekolah harus mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan karakter peserta didik.
“Jangan sampai terjadi ketimpangan. Selain transfer pengetahuan, harus ada transfer nilai. Di situlah pendidikan berperan menjaga arah,” tegasnya.
Dalam disertasinya, Zaiyad mengusung pendekatan manajemen berbasis budaya literasi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat identitas pendidikan Islam di tengah arus digitalisasi.
Zaiyad Namiri
Raih Gelar Doktor
Zaiyad
Tawarkan
Model
Lang Sentiko
untuk Digitalisasi Sekolah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
