Banyak Janji Jokowi Terwujud, TKN: Ini Bukan Kebohongan
Anonymous
Jakarta
Isu politik kebohongan ini muncul ketika Presiden RI Joko Widodo menyebut, pesta demokrasi ini sebaiknya diwarnai dengan adu program dan gagasan, bukan dengan politik kebohongan.
"Kita harus hentikan politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri," ujar Jokowi belum lama ini dalam HUT Golkar di Jakarta pada Minggu, 21 Oktober lalu.
Hal inilah yang kemudian disambut oleh tim pesaing Jokowi di Pilpres 2019. Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menilai, pernyataan tersebut justru menyindir Jokowi sendiri.
Alasannya, banyak janji-janji kampanye Jokowi yang tak selesai selama ia menjabat sebagai Presiden. Padahal, sudah empat tahun menjabat, namun banyak yang tak ditunaikannya.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Jakarta, Trubus Rahardiansyah menilai, iktikad Jokowi atas pernyataannya terkait politik kebohongan adalah sesuatu yang baik.
"Karena pilpres ini suasanannya persaingan yang tidak sehat, jadi cara-cara tidak santun dikedepankan. Lalu digoreng lah," kata Trubus.
Ia mengakui, adanya modifikasi data dan informasi yang disampaikan elite-elite dari kedua kubu ini demi persaingan di pilpres. Namun, menurutnya publik tentu sudah semakin cerdas melihatnya.
Sejak dilakukan pemilihan umum pada 2004 lalu, masyarakat mulai mampu mencerna informasi secara dewasa. Jadi, tak terlalu larut dengan berita-berita hoaks serta kabar bohong.
"Mereka cenderung selektif dan hati-hati," ungkapnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
