Bagi-Bagi Duit di Pesbar, Money Politics atau Cost Politics?

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

28 Mei 2018 21:23 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman 
Rilis ID
Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman 

RILISID, Bandarlampung — Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Pesisir Barat (Panwaslu Pesbar) terus mendalami dugaan bagi-bagi uang honor calon saksi pasangan calon nomor dua, Herman HN-Sutono. 

Pasalnya, kegiatan bimbingan teknis (bimtek) itu juga didaftarkan sebagai kampanye (baca: Koordinator Saksi Bagi-Bagi Uang, TS Herman: Itu Duit Bensin).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menjelaskan bimtek dengan kampanye adalah dua kegiatan yang berbeda.

”Jadi kita dalami untuk memastikan apakah pembekalan saksi atau bukan. Ini untuk memilah, memastikan potensi money politics atau cost politics," kata Fatikhatul Khoiriyah di Hotel Emersia, Bandarlampung, Senin (28/5/2018). 

Pihaknya karena itu meminta tetap menunggu hasil dari pemeriksaan saksi yang dilakukan Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Tim pemenangan paslon nomor dua, Watoni Noerdin, saat dimintai tanggapannya menerangkan bahwa uang itu diberikan sebagai honor. ”Istilahnya uang ganti bensin," singkatnya. (*) 

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya