Asian Games 2018 Dinilai Jadi Panggung Jokowi dan Prabowo
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman menilai, Joko Widodo dan Prabowo Subianto sedang memanfaatkan momentum Asian Games 2018 untuk menaikkan citra.
Pasalnya, kata dia, kedua bakal calon presiden itu sama-sama berusaha untuk mendapatkan panggung di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
"Dari sudut pandang optimis, saya melihat mereka sedang memanfaatkan betul setiap momen di Asian Games untuk pencitraan positif. Tidak ada panggung yang boleh dilewatkan dalam event sebesar ini," kata Taufik kepada rilis.id, Kamis (30/8/2018).
Jokowi, kata Taufik, telah berhasil meraih citra positifnya di awal penyelenggaraan melalui pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler.
Namun, Prabowo juga tak mau ketinggalan dengan merebut panggung itu di akhir-akhir perhelatan event internasional ini.
"Raihan emas di cabang pencak silat yang jauh di atas target membuat kita lupa hebatnya pembukaan Asian Games yang menjadikan Jokowi sebagai sorotan utama," ujarnya.
Selain dari sudut pandang optimis, lanjut Taufik, dirinya juga memandang pertemuan Jokowi dan Prabowo saat menyaksikan pertandingan final Pencak Silat Asian Games itu dari persepsi skeptis.
Menurut dia, keduanya berusaha untuk berdamai sementara waktu di tengah-tengah kompetisi Pilpres 2019 yang sedang memanas.
"Saya melihat ini sebagai medium gencatan senjata sementara yang berusaha dilakukan Jokowi," tuturnya.
Taufik menyebut, ada paradoks politik di saat naiknya pamor Jokowi yang sukses dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Yakni, ungkap dia, terkait adanya persekusi terhadap gerakan #2019GantiPresiden.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
