Unila Bentuk Tim Investigasi untuk Mengungkap Kematian Pratama Wijaya Kusuma
Tampan Fernando
Bandar Lampung
"Kami ingin kasus ini diungkap dan semua pelaku yang menyebabkan anak saya meninggal dunia dihukum seberat-beratnya," kata dia.
Ia pun menjelaskan terkait penyebab kematian anaknya yang tidak memiliki penyakit medis apapun, seperti yang disampaikan oleh pihak kampus.
"Almarhum anak saya mendapatkan kekerasan fisik selama mengikuti kegiatan diksar Mahapel. Dada ditendang, perut ditendang, diinjak-injak. Tapi dia tidak mau menyebut siapa pelakunya. Dia bilang ‘Mama jangan cerita, nyawa aku diancam, nanti aku dibunuh," katanya.
Ia mengatakan anaknya meninggal dunia pada April 2025, yang mana pada November 2024 almarhum mengikuti diksar Mahapel FEB.
Setelah mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan Mahapel tersebut, Pratama sempat mengalami luka-luka, kejang otot, hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan dan operasi RSUD Abdul Moeloek. (*)
Pratama Wijaya Kusuma
kasus kekerasan
penganiayaan
ormawa
Unila
mahasiswa Unila
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
