Unila Bentuk Tim Investigasi untuk Mengungkap Kematian Pratama Wijaya Kusuma

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

4 Juni 2025 01:57 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Unila Bentuk Tim Investigasi untuk Mengungkap Kematian Mahasiswa FEB, Pratama Wijaya Kusuma. Foto: ist
Rilis ID
Unila Bentuk Tim Investigasi untuk Mengungkap Kematian Mahasiswa FEB, Pratama Wijaya Kusuma. Foto: ist

"Kami ingin kasus ini diungkap dan semua pelaku yang menyebabkan anak saya meninggal dunia dihukum seberat-beratnya," kata dia.

Ia pun menjelaskan terkait penyebab kematian anaknya yang tidak memiliki penyakit medis apapun, seperti yang disampaikan oleh pihak kampus.

"Almarhum anak saya mendapatkan kekerasan fisik selama mengikuti kegiatan diksar Mahapel. Dada ditendang, perut ditendang, diinjak-injak. Tapi dia tidak mau menyebut siapa pelakunya. Dia bilang ‘Mama jangan cerita, nyawa aku diancam, nanti aku dibunuh," katanya.

Ia mengatakan anaknya meninggal dunia pada April 2025, yang mana pada November 2024 almarhum mengikuti diksar Mahapel FEB.

Setelah mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan Mahapel tersebut, Pratama sempat mengalami luka-luka, kejang otot, hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan dan operasi RSUD Abdul Moeloek. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Pratama Wijaya Kusuma

kasus kekerasan

penganiayaan

ormawa

Unila

mahasiswa Unila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya