Peringatan BMKG: Lampung Berpotensi Cuaca Ekstrem Hingga Seminggu ke Depan, Ini Rinciannya
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Dinamika atmosfer menunjukkan pola atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia,” ujarnya, Sabtu (25/1/2025).
MJO berada pada Fase 3 (Indian Ocean) yang mana berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Sirkulasi Siklonik terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, hingga Laut Natuna, di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu, dan di Laut Sulawesi.
Daerah konvergensi lainnya terbentuk memanjang dari Pesisir Barat Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Lampung.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,” bebernya.
Suhu muka laut teramati hangat berkisar antara 29°C hingga 31°C, dengan anomali positif 0,5°C hingga 1,0°C di perairan barat dan timur Lampung. Kelembaban udara pada lapisan 850 mb, 700 mb dan 500 mb cukup tinggi berkisar antara 70% - 100%, kondisi ini signifikan untuk mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Provinsi Lampung.
Selain itu gelombang Ekuatorial Rossby juga diprediksi melintasi wilayah Lampung mulai tanggal 27 Januari, kondisi ini juga akan menambah pasokan awan-awan konvektif di wilayah Provinsi Lampung.
“BMKG Lampung mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan,” kata Nanang. (*)
cuaca ekstrem
peringatan BMKG
cuaca ekstrem Lampung
BMKG Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
