Bertambah, Jumlah Rumah Warga yang Terkena Banjir di Bandar Lampung Jadi 14.160 Unit
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mendata ada sebanyak 14.160 rumah warga terdampak banjir di Bandar Lampung pada Jumat, 17 Januari 2025.
Jumlah itu meningkat dari pendataan sebelumnya pada Sabtu (18/1/2025) yang tercatat 13.187 rumah yang terdampak banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil dari perhitungan sementara. Rumah warga yang terdampak banjir itu tersebar di 19 titik di 10 kecamatan di Kota Bandar Lampung.
"Asesmennya sampai sekarang belum final dikirimkan dari BPBD Kota Bandar Lampung. Kita masih menunggu asesmen, namun memang perhitungan sementara itu ya 14 ribu lebih," kata Rudy, Minggu (19/1/2025).
Dari data BPBD Lampung, rumah warga yang terdampak banjir didominasi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Panjang dan Kecamatan Teluk Betung Selatan.
“Kalau dari data asesmen BPBD Kota 14 ribu-an itu yang paling banyak di Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang dan Kecamatan Teluk Betung Selatan seperti daerah Kota Karang, Pesawahan dan sekitarnya," jelas dia.
Menurutnya, banjir yang terjadi di Bandar Lampung pada Jumat lalu merupakan tipikal banjir bandang, yaitu aliran air yang datang dengan cepat dalam jumlah besar dan kemudian cepat surut.
"Jadi memang di Lampung ini banjirnya cepat sekali meluap namun nggak butuh waktu lama untuk surut. Tapi memang dampak kerusakan yang disebabkan cukup luas. Sehingga banyak rumah yang terdampak akibat peristiwa kemarin," ujar Rudy.
Saat ini, pihaknya bersama beberapa instansi terkait masih berfokus melakukan proses pembersihan di titik-titik parah yang terdampak banjir.
"Masih melakukan pembersihan bersama masyarakat dan juga instansi pemerintah lainnya sampai saat ini," tandasnya.
banjir Bandar Lampung
rumah terendam banjir
banjir bandang
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
