Anak SD Tewas Dipukuli Karena Beda Agama, Ken Setiawan: Bahaya Doktrin Kafir
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Intoleransi ditandai dengan sikap tidak menghargai perbedaan dan dapat memicu radikalisme, yaitu pemahaman dan tindakan ekstrem yang mengarah pada kekerasan,” jelas Ken yang merupakan anggota FKPT Lampung.
Dampaknya bisa meliputi kesulitan dalam bergaul, kesulitan dalam belajar, dan bahkan potensi terlibat dalam tindakan kekerasan di kemudian hari.
Ada juga sekolah yang mengajarkan tentang Al-wala Wal Bara, Al wala. Yang berarti mencintai, menolong sesama Islam, sementara Al-bara berarti harus menjauhi, membenci, dan memusuhi orang kafir/ beda agama.
“Doktrin kafir ini untuk anak anak sangat berbahaya karena akan ditelan mentah-mentah. Sehingga bisa menimbulkan sikap intoleransi dan pemikiran radikal pada siswa dari usia dini yang dapat mengancam perkembangan anak dan masa depan bangsa,” tutup Ken. (*)
NII Crisis Center
Ken Setiawan
paham radikal
terorisme di Lampung
anak dibully beda agama
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
