Anak SD Tewas Dipukuli Karena Beda Agama, Ken Setiawan: Bahaya Doktrin Kafir

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

2 Juni 2025 11:11 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Pendiri Negara islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan. Foto : Ist
Rilis ID
Pendiri Negara islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan. Foto : Ist

“Intoleransi ditandai dengan sikap tidak menghargai perbedaan dan dapat memicu radikalisme, yaitu pemahaman dan tindakan ekstrem yang mengarah pada kekerasan,” jelas Ken yang merupakan anggota FKPT Lampung.

Dampaknya bisa meliputi kesulitan dalam bergaul, kesulitan dalam belajar, dan bahkan potensi terlibat dalam tindakan kekerasan di kemudian hari.

Ada juga sekolah yang mengajarkan tentang Al-wala Wal Bara, Al wala. Yang berarti mencintai, menolong sesama Islam, sementara Al-bara berarti harus menjauhi, membenci, dan memusuhi orang kafir/ beda agama.

“Doktrin kafir ini untuk anak anak sangat berbahaya karena akan ditelan mentah-mentah. Sehingga bisa menimbulkan sikap intoleransi dan pemikiran radikal pada siswa dari usia dini yang dapat mengancam perkembangan anak dan masa depan bangsa,” tutup Ken. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

NII Crisis Center

Ken Setiawan

paham radikal

terorisme di Lampung

anak dibully beda agama

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya