Sudah Empat Hari, Kebakaran Limbah Pabrik Triplek Wayserdang belum Padam
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Kebakaran yang melalap limbah pengolahan triplek milik CV. Makmur Abadi Wood (MAW), Desa Bumiharapan, Kecamatan Wayserdang, Kabupaten Mesuji selama empat hari belum juga dapat di padamkan.
Sejak terbakar pada Minggu malam lalu hingga Kamis (21/09/2023) ini, petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) masih terus melakukan pemadaman api di lokasi kejadian.
"Sampai hari ini, sudah empat hari anggota masih terus berada di lapangan (pabrik triplek) untuk memadamkan api. Sejak senin malam (18/09/23)," terang Sekretaris Damkartan Mesuji, Ferri Antoni.SIP., Kamis (21/09/2023) malam.
Menurut Ferry, selain banyaknya limbah kayu yang terbakar mencapai puluhan ton kubik, petugas juga terkendala dengan jauhnya tempat sumber mata air. "Kendalanya lokasi yang cukup jauh dari sumber mata air, padahal kita juga sudah meminta bantuan armada pihak perusahaan swasta," tambahnya.
Terpisah, Poniran Manager CV. MAW tidak mengetahui penyebab kebakaran, namun menurutnya akibat kebakaran perusahaan menderita kerugian hingga miliaran rupiah.
"Kalau penyebabnya tidak tahu, tapi untuk kerugian mencapai miliaran rupiah. Sebab, rencananya limbah yang sudah terbakar ini akan diolah untuk dijadikan salah satu bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sebalang, Lampung Selatan," terangnya.
Sebelumnya, selain Damkar, untuk mengatasi kebakaran itu Polres Mesuji juga menurunkan kendaraan taktis miliknya yakni water cannon untuk menyemportkan air ke sumber kebakaran. Namun hingga hari ini api belum juga dapat dipadamkan. (*)
damkar
kemarau
kebakaran
mesuji
wayserdang
pabrik triplek
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
