Polisi Masih Lacak Asal Peluru, Korban Tertembak Belum Dioperasi
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Bagus Sri Rama (25), warga Kedamaian, Tanjungkang Timur (TkT), yang terkena peluru nyasar di paha kiri belum dioperasi.
Bibi korban, Lindawati (48), mengatakan dokter beralasan jika operasi pengangkatan peluru dilakukan akan memengaruhi pembuluh darah korban.
"Sebab, peluru yang mengenai paha korban tembus ke tulang di dekat pembuluh darah," jelasnya, Kamis (23/3/2023).
Rencananya, dokter akan terlebih dulu me-rontgen korban untuk memastikan letak peluru. Setelah itu, baru dapat diketahui apa langkah selanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol Mujiono, mengungkapkan berdasar keterangan saksi, korban terkena peluru saat terjadi tawuran.
"Juga ada suara letusan sekitar sebanyak tiga kali," jelasnya (baca: Tawuran di Dekat Rumah Dinas Wagub, Satu Orang Kena Peluru Nyasar).
Namun ia meyakinkan peluru bukan berasal dari kelompok yang tawuran. Remaja ini bukan geng motor, tapi hanya ingin 'perang sarung'.
"Ini masih kita cari tahu senjata tersebut dari mana. Kita di-backup Satreskrim Polresta Bandarlampung," ujarnya.
Pasca tawuran itu, dua remaja asal Telukbetung Selatan (TbS) sempat diamankan.
Namun akhirnya mereka dipulangkan setelah menandatangani surat perjanjian. (*)
Peluru Nyasar
tawuran
geng motor
rumah dinas wagub
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
