Akibat Banjir, Petani Cabai dan Singkong di Tubaba Merugi Ratusan Juta
Joni Efriadi
Tulangbawang Barat
RILISID, Tulangbawang Barat — Dalam waktu singkat, 34 hektare kebun singkong dan cabai warga di Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat terendam banjir, Kamis (13/10/2022).
Akibatnya, petani gagal panen dan menderita kerugian mencapai Rp100 juta.
Oga (45), salah satu petani cabai di Tiyuh Karta mengungkapkan ia menanam cabai kurang lebih 2 hektare di bantaran sungai pancaran.
"Sejak Minggu, hujan mulai turun dan intensitasnya tinggi. Saya mulai khawatir. Benar saja, dalam beberapa jam, air meluap dan kebun cabai saya kebanjiran," ujarnya.
Menurut Oga, dalam bertani cabai di iklim dan cuaca seperti Tulangbawang Barat sangat rumit dan butuh keahlian khusus.
Memang dari sisi waktu, kata dia, jenis tanaman cabai cukup singkat dibanding komoditas lainnya, hanya butuh empat bulan sudah panen.
Namun faktor resiko juga sangat tinggi. Seperti saat ini ketika curah hujan tinggi sampai mengakibatkan banjir.
"Ya, modal besar dan resiko tinggi, kalau banjir seperti ini, gagal panen. Karena hujan ini kerugian kami dan kawan berkisar ratusan juta," ungkapnya.
Selain Oga, petani lainnya yang menanam komoditas ubi kayu juga terkena banjir.
Cabe
singkong
Tiyuh
Tubaba
lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
