Pemkab Mesuji dan PT GGP Kerjasama Pengembangan Komoditas Singkong dan Pisang Cavendish
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Satu lagi peluang yang dijajaki Pemkab Mesuji. Kali ini adalah membangun kerjasama dengan pihak swasta untuk pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan.
Pembahasan tersebut dilakukan sekaligus menghadiri undangan Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Senin (13/02/2023).
Dua komoditas yang dibahas dalam pertemuan itu yakni ubi kayu (cassava) dan pisang jenis Cavendish yang memiliki permintaan pasar sangat tinggi.
Hadir dalam pertemuan pembahasan kerjasama, Penjabat (Pj) Bupati Mesuji, Drs.Sulpakar, MM., diampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Anwar Pamuji.
Kemudian, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Nadjmul Fikri dan Kepala Dinas Pertanian, Pariman.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan rencana kerjasama pengembangan komoditas ubi kayu (singkong) dan pisang jenis Cavendish melalui Program Creating Sharing Value atau CSV di Kawasan Transmigrasi antara warga dan perusahaan dalam hal ini adalah PT. PT.Great Giant Pineaple (GGP).
Hadir dalam acara tersebut, Direktur Perencanaan dan Perwujudan Kawasan Transmigrasi Dr. Bambang Widiatmoko dan juga Director Corporate Affair, PT.GGP, Welly Soegijono.
Dalam kesempatan itu, Welly menyampaikan kesiapan dan dukungan PT.GGP untuk mengembangkan komoditas singkong dan pisang cavendish di Kabupaten Mesuji.
Ia mengatakan kerjasama yang akan dibangun kedepan dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat dan di sisi lain dapat memenuhi kapasitas produksi PT.GGP yang sudah mengembangkan jenis pisang tersebut.
Bentuk kerjasamanya, kata Welly, PT. GGP akan memberikan pendampingan, jaminan pasar dan jaminan harga bagi warga atau masyarakat yang ikut dalam progam tesebut.
singkong
pisang
cavendish
GGP
mesuji
kementerian transmigrasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
