Merasa Dipolitisasi, Tiga Narasumber di Diskusi KPG Lampung Protes Keras
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
Atas dasar itu, narasumber menyampaikan keberatan kepada panitia setelah acara selesai dan meminta media mengoreksi laporannya, khususnya terkait keterlibatan narasumber.
Pembingkaian berita demikian dapat mencoreng kredibilitas narasumber atas sikap dan independensinya.
Ketiganya menilai penyelenggara acara bersikap tidak jujur, tak adil, dan tidak terbuka terhadap narasumber atas kepentingan yang terdapat dalam acara diskusi tersebut.
Sepatutnya panitia menyampaikan segala informasi dan kepentingan mereka di dalam undangan, sehingga bisa memberi basis informasi yang lengkap bagi pengambilan keputusan individu yang akan terlibat di dalam kegiatan.
Begitu pula, awak media sepatutnya memerhatikan prinsip dan etika jurnalisme.
Cara-cara pembingkaian (politik narasi) dan unsur kampanye terselubung berlawanan dengan semangat demokrasi.
Mereka mengharapkan agar segala bentuk kampanye pemilu dilakukan secara adil, jujur, dan terbuka. Sehingga, dapat menyediakan informasi yang jelas bagi siapa pun untuk memilih terlibat atau tidak terlibat di dalamnya.
Sementara itu, Koordinator KPG Lampung Yongki Ibrahim dalam media sosialnya menyampaikan permohonan maaf dalam rilis berita diskusi.
Menurut dia kehadiran ketiga narasumber dalam acara karena kapasitas keilmuan mereka untuk memberikan edukasi politik kepada peserta dan tidak terkait dukungan paslon. (*)
KPG Lampung
Alexander Gebe
Fuad Abdulgani
Dian Wahyu Kusuma
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
