Merasa Dipolitisasi, Tiga Narasumber di Diskusi KPG Lampung Protes Keras
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
Menyikapi tendensi itu, ketiga narasumber memberikan disclaimer dan pernyataan terbuka ketika diskusi berlangsung.
Di hadapan peserta diskusi, ketiga narasumber menyatakan kehadiran dan pandangannya tidak memiliki intensi dukungan pada paslon tertentu.
Narasumber juga menyampaikan bahwa undangan yang diterima tidak memuat informasi dukungan pada paslon tertentu, terlebih deklarasi.
Kedua, pembingkaian (framing) yang bertendensi menyesatkan lewat pemberitaan.
Ketika diskusi, Dian menerima tautan berita melalui pesan WhatsApp. Tautan berita dengan judul “Kelompok Pecinta Gusdur Lampung Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud” dan berita berjudul “Kelompok Pecinta Gusdur Ikut Jejak Yenni Wahid”.
Ketiga narasumber memandang berita itu bermasalah karena:
Pembingkaian dukungan atas paslon dengan menyertakan foto narasumber berpotensi menyesatkan publik karena membuka interpretasi adanya dukungan narasumber terhadap paslon tertentu.
Di dalam berita tersebut tidak ada keterangan substansi pembicaraan dari narasumber, pun atas posisi netral dan sikap independen narasumber yang telah dinyatakan di dalam forum.
Pembingkaian ini berpotensi merugikan pribadi narasumber maupun lembaga/organisasi tempatnya bekerja.
Pemberitaan (deklarasi) atas fakta kegiatan (diskusi) memuat kekeliruan. Sebagaimana pengamatan narasumber, tidak ada fakta pernyataan sikap bersama antara panitia, narasumber, pengisi acara, dan undangan peserta yang mendeklarasikan dukungan pada paslon tertentu. Terkecuali pernyataan dukungan dari Koordinator KPG dan jargon bernada dukungan dari moderator.
KPG Lampung
Alexander Gebe
Fuad Abdulgani
Dian Wahyu Kusuma
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
