Hilal Tidak Terlihat di Itera dan Pantai Canti, Ini Sebabnya
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemantuan rukyatut hilal yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Lampung dan Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) tidak terlihat di Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Pantai Canti, Lampung Selatan, Rabu (22/3/2023).
Hal itu disampaikan Subkoordinator Bidang Quraisy Kanwil Kemenag Lampung, Lemra Horizon. Ia mengatakan hal itu dikarenakan kondisi awan yang mendung.
"Jadi kalau kondisi mendung tebal seperti ini ini sulit kalau untuk kita mengamati hilal. Jangankan dengan mata telanjang, istilahnya menggunakan alat pun susah terlihat," katanya.
Ia juga menerangkan kondisi hilal saat ini berada pada posisi 8 derajat di atas ufuk. Menurut Lemra harusnya bisa terlihat hilal tersebut. Namun, karena awan mendung hilal menjadi sulit terlihat.
"Pengamatan hilal yang diakui itu pada saat matahari terbenam, yakni pergantian antara malam dan siang pada saat matahari terbenam. Hilal belum terbenam, nah pada saat hilal yang terlihat masih di atas hukum itulah yang namanya pengamatan hilal kita yang berhasil," jelasnya.
Lemra menambahkan, Kemenag Lampung memastikan tidak melihat hilal, akan tetapi untuk Kemenag Pusat masih menunggu 124 titik di daerah lain Indonesia apakah hilal terlihat atau tidak.
"Kalau ada satu saja yang melaporkan sudah terlihat sudah selesai sudah. Untuk sekarang ini kita masih menunggu laporan ini, umur hilal sekarang ini masih ada 32 menit dari awal terbenamnya matahari," ujarnya.
Sementara itu, Laboran UPT OAIL, Aditya Abdillah Yusuf mengatakan untuk pengamatan OAIL Itera sudah memantau sedari pukul 07.00 WIB.
Ia juga menerangkan siang tadi terlihat sabit bulan muda lalu sampai sekarang akan dipantau secara terus menerus bulannya.
"Sekarang sudah mulai mendung dari sekitar jam 4 sore masih ketutup mendung, kita tunggu sampai Magrib," lanjutnya.
Hilal
Ramadan
Itera
Pantai Canti
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
