Covid-19 Melahap Keramaian Lorong King
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— "Boleh masuk aja! Nyari apa Bang, Mbak? Boleh masuk aja dulu Bang," ujar para penjaga toko pakaian dan aksesoris di Lorong King (Loking).
Kalimat khas itu, kini sudah tidak terdengar lagi, ketika memasuki Loking yang berada Kecamatan Tanjungkarang Pusat itu.
Ya, gang kecil penghubung jalan Jenderal Gatot Suprapto dengan Jalan RA Kartini tersebut kini tampak tak seramai dulu.
Bahkan, istilah gang senggol kini tak lagi dapat disematkan pada pasar aksesoris dan pakaian yang sudah berdiri sejak 1986 itu.
"Sejak Covid melanda, Loking seperti 'kuburan' sepi hingga saat ini," ungkap laki-laki yang akrab disapa Bang Bob (59) saat ditemui di tempat usahanya, Minggu (26/3/2023).
Bang Bob bercerita, awalnya daerah ini merupakan wilayah perumahan warga. Namun sejak 1990 benar-benar berubah menjadi tempat bergeraknya sektor ekonomi rakyat.
"Saya dagang sejak tahun '89, tetapi mulai ramai pada tahun '92 sampai '98 saat krismon ramainya luar biasa. Saat itu dimana-mana barang langka tapi di sini masih ada terus terutama toko pakaian," katanya.
Namun, Covid juga yang merenggut keramaian itu, tepatnya pada tahun 2019, lorong legenda ini mejadi sepi.
"Lorong ini dulu bisa dibilang gang senggol, kalau sekarang ini udah kayak kuburan. Sepi banget," ungkap Bang Bob.
Sepinya lorong itu, juga yang memuat Bang Bob mengalihkan barang dagangannya yang semula pakaian menjadi kuliner seperti pecel dan jus.
Lorong King
Loking
Pasar Asesoris
Bandarlampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
