Zita Anjani Kagumi Muda-mudi Balinuraga Tetap Pertahankan Adat dan Budaya Leluhur
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
Di tengah gempuran media sosial yang membuat kita sering cemas, tradisi seperti ini justru mengajak kita kembali ke dalam diri sendiri. Ini adalah kearifan lokal yang sangat relevan dengan isu kesehatan mental saat ini.
"Pemerintah dan pemangku kepentingan harus hadir, entah itu melalui dukungan sarana prasarana atau akses untuk mempromosikan desa ini sebagai destinasi wisata budaya yang unggul di Lampung," tegasnya.
Kepala Desa Bakinuraga Made Suwede mengatakan, bagi masyarakat Hindu pembuatan ogoh-ogoh bukan sekadar menciptakan patung raksasa untuk diarak.
Ia adalah simbol dari proses pembersihan diri dan alam semesta dari unsur-unsur negatif (Bhuta Kala).
Keterlibatan muda-mudi dalam proses tersebut menunjukkan bahwa estafet nilai-nilai spiritual dan sosial masih berjalan dengan sangat baik.
Desa Balinuraga memiliki sejarah panjang dan posisi penting dalam peta sosiologis Lampung sebagai desa yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Bali telah menjadi benteng pelestarian adat dan budaya leluhur
"Kunjungan Bu Zita Anjani ke Desa Balinuraga ini meninggalkan pesan kuat: bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak harus dilakukan dengan meninggalkan akar budaya," ujar Made Suwede. (*)
Utusan khusus Presiden Bidang Pariwisata Indonesia
Zita Anjani
Desa Bakinuraga Kecamatan Way Panji
Kabupaten Lampung Selatan
adat dan budaya leluhur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
