Berkat Harga Kopi, Angka Pengangguran di Lambar Turun hingga 2,09 Persen
Anton Suryadi
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun 2023 tercatat sebesar 2,25 persen dan angka ini mengalami penurunan yang signifikan di tahun 2024 menjadi 2,09 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Kabupaten Lambar Candra Pasca mewakili Plt. Kepala Dinas Haiza Rinsa di ruang kerjanya, Senin (15/9/2025).
Menurut Kabid, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari dua tahun, memperkirakan tren penurunan ini berpotensi terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, mengingat ekonomi daerah yang membaik menjadi indikator utama.
Salah satu faktor pendorong penurunan angka pengangguran dan kemiskinan pada 2023 adalah membaiknya harga komoditas kopi di pasaran yang cukup tinggi dan stabil memberikan dampak sangat positif.
Dampak ini terasa kuat karena mayoritas masyarakat Lambar berprofesi sebagai petani atau pelaku usaha berbasis kopi.
Sehingga perekonomian rumah tangga pun ikut terdongkrak dengan naiknya pendapatan dari sektor ini.
“Tidak dapat dipungkiri, dengan naiknya harga kopi, ekonomi masyarakat membaik dan secara langsung dapat mengurangi angka pengangguran,” ujar Candra Pasca.
Bahkan, untuk tahun 2025 ini, Disnaker Lambar memperkirakan angka pengangguran bisa turun lagi dan tentunya menunggu data resmi dari BPS.
Selain dari sektor kopi, rendahnya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri juga berkontribusi pada statistik ketenagakerjaan.
Karena Lambar tercatat sebagai penyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya TKW, yang terendah se-Provinsi Lampung.
Lambar
Kopi Lampung
Angka Pengangguran
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
