WALHI Pertanyakan Dalang dan Aktor Utama di Balik Pembukaan Lahan Danau Asam di Suoh Lambar
Arya Besari
Lampung Barat
Irfan menekankan pentingnya transparansi dokumen perizinan dan kajian lingkungan.
Menurutnya, studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan harus dibuka ke publik agar masyarakat mengetahui apakah risiko penyusutan debit air telah diperhitungkan sejak awal.
“Pembangunan tidak boleh sekadar mengejar proyek fisik. Harus ada perhitungan matang agar tidak merusak daya dukung lingkungan,” kata Irfan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terkait dugaan pembukaan lahan maupun status kawasan Danau Asam. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
Bagi warga Suoh, surutnya Danau Asam bukan sekadar perubahan garis air.
Ia menjadi simbol kegelisahan atas masa depan lingkungan dan arah pembangunan di daerah mereka.
Jika benar ada dalang dan aktor utama di balik pembukaan lahan tersebut, pengungkapan secara terbuka menjadi langkah mendesak.
Tanpa transparansi dan penegakan aturan, penyusutan Danau Asam berpotensi menjadi preseden buruk bagi tata kelola ruang di Lampung Barat. (*)
DanauAsam
SuohLambar
WALHILampung
WalhiIndonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
