Kurang Terawat, Wajah Kota Liwa Terlihat Kusam
Arya Besari
Lampung Barat
Sejumlah simbol hiasan pun tampak pudar dan berlumut.
“Kalau dilihat sekarang memang sudah jelek, Bang. catnya pudar, huruf-hurufnya banyak yang copot. Jadi kelihatan tidak terawat,” ungkap Tiara, seorang pelajar yang kerap nongkrong di Taman Kota Liwa sepulang sekolah," ujar salah seorang pengunjung, Senin (20/10/2025).
Aldi salah seorang remaja yang sering bermain di taman tersebut, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan.
“Harapannya cepat diperbaiki. Apalagi tempat ini ramai setiap sore, banyak juga pengunjung dari luar kabupaten. Kalau dibiarkan rusak, kesannya Lambar kurang perhatian terhadap fasilitas umum,” ujarnya.
Selain soal estetika, warga juga menyoroti faktor keamanan karena banyak lampu taman yang tidak menyala, membuat area tertentu menjadi gelap di malam hari dan berpotensi rawan.
Beberapa pengunjung bahkan memilih pulang lebih awal karena suasana yang tidak lagi nyaman.
Seorang pedagang di kawasan Ham Tebiu menuturkan, kerusakan di area tersebut sudah terjadi cukup lama.
“Setahu saya sejak 2022 sudah mulai rusak. Dulu cuma beberapa huruf saja yang copot, tapi sekarang makin parah karena lama tidak diperbaiki,” ujarnya.
Padahal, keberadaan Taman Kota Liwa Berbunga dan Ham Tebiu memiliki peran penting bagi masyarakat.
Selain menjadi tempat rekreasi, dua lokasi ini juga kerap menjadi pusat kegiatan masyarakat dan acara pemerintahan seperti festival budaya, peringatan hari besar, dan kegiatan komunitas.
Kurang terserah
Wajah Kota
Kota Liwa
kusam
perbaikan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
