Tinjau Balita Gizi Buruk di RSUDAM, Wabup Anton: Layani Terbaik Sampai Pulih
Paggy Fajar Dian Pratama
Pesawaran
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr. Media Apriliana menegaskan, seluruh penanganan terhadap pasien telah sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
"Sejak awal, kondisi pasien telah dipantau melalui Posyandu dan intervensi PMT telah diberikan. Namun, keberhasilan upaya pemulihan sangat bergantung pada keterlibatan orang tua dalam menjalankan kontrol rutin," kata dr. Media
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Aefudin telah mendapatkan pemantauan sejak usia 14 bulan.
Petugas Posyandu mencatat bahwa berat badan pasien tidak mengalami peningkatan selama periode Mei hingga Juli 2024.
Menindaklanjuti hal tersebut, Puskesmas Kota Jawa telah memasukkan Aefudin dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal, yang sempat menunjukkan hasil positif antara Agustus hingga Oktober 2024.
Namun, pada awal 2025, pasien tidak lagi aktif mengikuti kegiatan Posyandu.
Kunjungan rumah oleh bidan desa dan kader kesehatan tetap dilakukan, dan pada April 2025, pasien dirujuk ke RSUD Pesawaran akibat kondisi yang memburuk.
Saat itu, Aefudin didiagnosis menderita anemia ringan dan infeksi cacing, dan dipulangkan dengan catatan untuk kontrol bulanan.
Sayangnya, pada Juni dan Juli 2025, pasien tidak hadir untuk kontrol rutin, sehingga pada Agustus 2025 kondisi kembali memburuk.
Petugas kemudian merujuk pasien ke RSUD Pesawaran pada 26 Agustus 2025 untuk penanganan lebih lanjut, sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUDAM di Bandar Lampung dengan menggunakan ambulans desa.
Wakil Bupati Pesawaran
Antonius Muhammad Ali
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
