TransNusa Siap Dukung Penerbangan Lampung-Malaysia Tiga Kali Seminggu
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Sementara itu, Gubernur Mirza menyatakan dukungan penuh terkait penerbangan langsung Lampung–Kuala Lumpur.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat Lampung yang bepergian ke Malaysia selama ini masih harus melalui Jakarta.
“Penerbangan Jakarta–Kuala Lumpur kebanyakan juga berasal dari Lampung. Karena itu, kami mendorong penerbangan langsung ini agar lebih memudahkan masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menambahkan, pengembangan konektivitas internasional tersebut diharapkan dapat memperluas akses wisatawan mancanegara ke Lampung. Salah satu destinasi yang dinilai memiliki potensi besar ialah kawasan selancar Pantai Tanjung Setia di Kabupaten Pesisir Barat.
“papun yang dilakukan untuk kemajuan Lampung, saya sangat mendukung kerjasama ini,” ujarnya.
Penerbangan rute tersebut dinilai menjadi strategi menghadirkan akses transportasi udara yang lebih mudah, murah, dan efisien bagi masyarakat Lampung, termasuk untuk perjalanan wisata dan ibadah umrah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan pertemuan ini melanjutkan apa yang sudah berjalan untuk penerbangan internasional Malaysia - Lampung.
Apalagi nantinya pengembangan ini akan dikolaborasikan dengan layanan perjalanan umrah melalui Malaysia.
"Apalagi kita juga sudah banyak kerjasama dengan Malaysia Airlines kemudian Saudi Arabia dan Emirates. Ini akan kami kemas, jadi nanti penerbangan luar negerinya dapat, umrahnya juga dapat dengan adanya penerbangan ini," tambah Bambang.
Selain itu Pemprov juga menyiapkan potensi pariwisata di Lampung. Apalagi potensi wisata Lampung dinilai cukup besar untuk dikembangkan, terutama kawasan wisata selancar Tanjung Setia yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk dari Australia. (*)
Transnusa
Malaysia lampung
gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
