Songsong HPSN, Mitra Bentala: Ingat Kejadian Longsor Sampah di Leuwigajah
Agus Pamintaher
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Menyongsong peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari, warga di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, membersihkan sampah di sungai bersama Mitra Bentala, Selasa (18/2/2025).
Manager Advokasi dan Kajian Mitra Bentala Mashabi mengatakan, sungai harus bebas sampah terutama sampah plastik yang menjadi masalah saat ini.
Dengan gerakan membersihkan sampah di Sungai, diharapkan masyarakat terbangun untuk menjaga kebersihan agar tidak terjadi pencemaran air yang mengalir setiap harinya.
“Gerakan ini mengingatkan kita akan kejadian longsor tumpukan sampah di Leuwigajah yang terjadi pada 21 Februari 2005,” kata Mashabi, Kamis (20/2/2025).
Menurut Mashabi, dari sumber data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) rata-rata satu orang menghasilkan sampah sebesar 0,7 kilogram.
Berdasarkan Atlas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2023 milik Bank Dunia, Indonesia menempati posisi ke-5 sebagai negara penghasil sampah plastik di laut terbesar di dunia periode 2020-2023.
Data Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Indonesia menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah China.1.
“Di Indonesia pada tahun 2023, timbunan sampah mencapai 69,9 juta ton dari data KLHK,” imbuhnya.
Untuk di Provinsi Lampung, timbulan sampah harian mencapai 4.666 ton per hari, dengan rincian pengelolaan hanya 11,02 persen, penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) open dumping sebesar 24,99 persen, terbuang ke lingkungan 59,51 persen dan pengurangan sampah 4,48 persen.
Dari 15 TPA yang ada di kabupaten dan kota di Provinsi Lampung pada tahun 2023, sebanyak 73,33 persen sampah menggunakan TPA open dumping.
HPSN
Mitra Bentala
longsor sampah Leuwigajah
sampai plastik
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
