Pimpin Rapat di Disdikbud, Gubernur Minta Lampung Bebas Siswa Putus Sekolah

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandar Lampung

18 Februari 2026 11:56 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Rapat yang dipimpin Gubernur Lampung di Disdikbud Lampung/foto: rima
Rilis ID
Rapat yang dipimpin Gubernur Lampung di Disdikbud Lampung/foto: rima

RILISID, Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendatangi dan memimpin rapat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung pada Rabu (18/2/2026) untuk memastikan program pendidikan berjalan sesuai target dan jalur yang telah ditetapkan.

Dalam kunjungannya, Gubernur Mirza itu menegaskan pentingnya mitigasi terhadap berbagai persoalan di lapangan yang berpotensi menghambat proses pendidikan.

“Kita ingin memastikan seluruh program Dinas Pendidikan berjalan sesuai track dan targetnya, termasuk mitigasi terhadap berbagai persoalan yang bisa mengganggu keberlangsungan sekolah,” ujar Gubernur.

Ia menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang telah dijalankan, terutama yang berkaitan dengan pencegahan putus sekolah.

Menurutnya, berbagai kendala di lapangan harus dipetakan dan segera ditangani agar tidak berdampak pada masa depan peserta didik di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan pihaknya akan melakukan penelusuran (tracing) data satuan pendidikan, khususnya pada jenjang SMA dan SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Kami akan men-tracer jumlah siswa yang masuk sekolah dan membandingkannya dengan jumlah lulusan. Jika terdapat selisih, berarti ada indikasi angka putus sekolah. Ini yang akan kami telusuri penyebabnya,” jelas Thomas.

Ia mencontohkan, apabila terdapat 100 siswa yang masuk, namun hanya 98 yang lulus, maka dua siswa tersebut perlu ditelusuri penyebabnya, apakah karena faktor ekonomi, pernikahan dini, atau persoalan lainnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikbud Lampung menyiapkan tiga opsi bagi siswa yang teridentifikasi putus sekolah, yakni melalui PKBM, pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan SMA Terbuka.

“Kita akan tawarkan tiga pilihan. Mereka bisa melanjutkan melalui PKBM, PJJ, atau SMA Terbuka. Intinya tidak boleh ada anak-anak yang berhenti sekolah tanpa solusi,” tegasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

anak putus sekolah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung

Kadisdikbud Lampung

Thomas Amirico

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya