Kekuhan Jadi Alarm Bencana, Bupati Parosil: Potensi Baru bagi UMKM Lokal
Arya Besari
Lampung Barat
Ia menilai pengembangan kentongan dengan berbagai motif khas Lampung dapat menghidupkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ke depan tidak menutup kemungkinan ini bisa menggerakkan UMKM kita. Kentongan bisa dibuat dengan berbagai motif khas Lampung, sehingga memiliki nilai jual,” ujar Parosil.
Menurut Pakcik sapaan Parosil, kentongan bermotif juga dapat menambah nilai estetika apabila digantung di rumah-rumah warga.
Dengan demikian, Kekuhan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan dekorasi yang memperindah lingkungan.
“Kalau dibuat dengan motif yang bagus, digantung di rumah-rumah, itu menambah estetika sekaligus tetap memiliki fungsi sosial,” kata Pakcik.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo menjelaskan, Kekuhan akan difungsikan dengan pola ketukan tertentu sebagai tanda komunikasi kepada masyarakat.
Ia merinci, terdapat tujuh pola ketukan yang telah disepakati yakni tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan ada warga meninggal dunia.
Dua ketukan pendek selama tiga kali menandakan kemalingan dan tiga ketukan pendek selama tiga kali juga digunakan untuk memberi informasi kebakaran rumah.
Empat ketukan pendek selama tiga kali menjadi tanda bencana alam seperti banjir atau longsor.
KekuhanLampungBarat
ParosilMabsus
KabupatenTangguhBencana
UMKMLokalBangkit
KearifanLokal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
