Kakanwil Kemenag Lampung : Penyuluh Agama Pegang Peran Kunci dalam Implementasi EWS SI-RUKUN
Rimadani Eka Mareta
Lampung Timur
Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain juga mendorong penguatan kapasitas penyuluh agama, terutama terkait literasi digital, pemetaan sosial, serta teknik mediasi berbasis nilai-nilai moderasi beragama. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar penyuluh dapat mengoptimalkan fungsi deteksi dini.
“Penyuluh harus adaptif. Tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memahami dinamika sosial, membaca data, dan mengetahui cara meredam potensi konflik sejak dini,” ujarnya.
Ia meminta seluruh penyuluh agama di Kabupaten Lampung Timur untuk memperkuat koordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pemerintah daerah untuk mempercepat respons ketika SI-RUKUN menunjukkan adanya indikasi kerawanan.
Zulkarnain menutup arahannya dengan mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan kerukunan sebagai prioritas sekaligus budaya kerja.
“Jika penyuluh kuat dan SI-RUKUN berjalan, insyaallah potensi konflik bisa kita cegah jauh sebelum muncul ke permukaan. Kerukunan bukan hanya dipertahankan, tetapi diperkuat setiap hari,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Indra Jaya, melaporkan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di wilayahnya relatif stabil dan kondusif. Meski demikian, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap isu-isu sosial keagamaan yang dapat memicu ketegangan.
“Secara umum Lampung Timur aman dan rukun. Komunikasi antarumat beragama berjalan baik, dan FKUB terus melakukan penguatan dialog lintas iman. Namun, dinamika lapangan tetap harus dipantau agar potensi gesekan dapat diantisipasi lebih awal,” kata Indra Jaya.
Kakanwil Kemenag Lampung
Zulkarnain
asn
si rukun
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
