Harga Anjlok, Petani Tomat dan Terong di Balik Bukit Terpaksa Jual Murah

Arya Besari

Arya Besari

Lampung barat

17 Oktober 2025 15:09 WIB
Daerah | Rilis ID
Pasar Liwa (Poto Arya Rilis.id Lampung)
Rilis ID
Pasar Liwa (Poto Arya Rilis.id Lampung)

“Harga terong cuma Rp2 ribu per kilo dan ini kan nggak bisa disimpan lama. Kalau nggak dijual cepat, ya resikonya busuk,” ujarnya.

Edy menuturkan, sebagian besar petani memilih menjual hasil panen apa adanya daripada mengalami kerugian lebih besar.

“Daripada busuk dan nggak dapat uang sama sekali, ya dijual saja walaupun harganya murah,” katanya pasrah.

Kondisi serupa juga diakui oleh pedagang sayur di Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit.

Sarnila, salah satu pedagang, menyebut harga tomat dan terong memang sedang turun sejak beberapa hari terakhir.

“Kami jual tomat ke pembeli Rp7-8 ribu per kilo, tapi belinya dari petani cuma Rp3.500. Kalau lewat agen, bisa Rp4.500 per kilo,” jelasnya.

Untuk terong ungu, lanjutnya, harga beli dari petani hanya Rp ribu per kg, sementara di pasar dijual sekitar Rp5 ribu per kg.

“Kami juga harus naikin sedikit karena ada ongkos angkut dan sewa lapak,” katanya.

Anjloknya harga tomat dan terong ini membuat para petani berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk menstabilkan harga komoditas hortikultura tersebut.

“Kami cuma berharap ada solusi dari pemerintah, supaya harga bisa stabil dan petani nggak terus rugi setiap musim panen,” tutup Amron.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Harga Anjlok

tomat

terong

balik bukit

petani rugi

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya