DTPH Lambar Ungkap Penyebab Harga Tomat dan Terong Anjlok
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Lampung Barat (Lambar), memberikan penjelasan terkait keluhan sejumlah petani yang mengaku harga jual tomat dan terong anjlok dalam sepekan terakhir.
Saat ini, harga tomat hanya berkisar Rp3.500 per kilogram, sedangkan terong ungu dijual sekitar Rp2.000 per kilogram.
Menanggapi hal itu, Kepala DTPH Lambar Maidar, membenarkan turunnya harga dua komoditas tersebut yang tidak stabil.
Ia menjelaskan, penurunan harga terjadi akibat melimpahnya pasokan hasil panen di sejumlah sentra produksi.
“Terkait dengan keluhan para petani, memang benar, harga tomat dan terong sedang turun. Salah satu penyebabnya adalah penanaman yang dilakukan hampir bersamaan di beberapa wilayah, maupun luar daerah. Akibatnya, pasokan meningkat dan harga menurun,” ujar Maidar, Jumat (17/10/2025).
Ia menambahkan, faktor kondisi cuaca yang mendukung juga menjadi pemicu meningkatnya produktivitas tanaman hortikultura di daerah tersebut.
“Beberapa waktu terakhir, cuaca relatif stabil. Hujan tidak terlalu sering dan tidak ekstrem. Sehingga pertumbuhan tanaman menjadi optimal dan meningkat serta stok di pasar melimpah,” imbuhnya.
Menurut Maidar, situasi tersebut merupakan fluktuasi alami dalam sektor pertanian, di mana kenaikan produksi seringkali diikuti oleh penurunan harga di tingkat petani.
“Kami memahami kondisi para petani. Saat panen raya, harga cenderung turun karena stok berlimpah. Namun kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari langkah terbaik agar petani tetap memperoleh keuntungan yang wajar,” tegas Maidar.
Petani di Balik Bukit berharap pemerintah dapat mencarikan solusi jangka panjang agar harga jual hasil pertanian tetap stabil.
Dinas TPH Lambar
harga Anjlok
tomat
terong
penyebab
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
