Dapat Perlakuan Tidak Semestinya, Damkar Lampung Barat Buka Suara
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Kedatangan mobil pemadam kebakaran (Damkar) saat menangani kebakaran rumah di Desa Canggu, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, diwarnai aksi pelemparan batu oleh sejumlah warga yang diduga akibat kepanikan dan emosi sesaat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat Domi Nofalisa Utama Faizul mengatakan, pihaknya memahami kondisi psikologis masyarakat yang terdampak langsung oleh musibah kebakaran.
“Apapun yang diterima petugas di lapangan, semua anggota sudah memahami risiko tugas. Kami memaklumi kondisi masyarakat yang panik ketika melihat api membesar,” kata Domi saat dikonfirmasi Rilis.Id melalui sambungan WhatsApp, Kamis (8/1/2026).
Ia menegaskan, meski mendapat perlakuan yang tidak semestinya, petugas tetap fokus menjalankan tugas utama memadamkan api selama kejadian tersebut tidak menghambat proses penanganan di lapangan.
“Kami tetap fokus pada tugas. Selama tidak menghambat proses pemadaman, tidak ada masalah. Situasi itu kami maklumi karena faktor kepanikan,” imbuhnya.
Domi memastikan, dalam peristiwa tersebut tidak terjadi kerusakan pada kendaraan damkar.
Api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
“Yang jelas, tidak ada kerusakan pada kendaraan. Api bisa dipadamkan dan tidak merembet terlalu jauh,” ujar Domi.
Ia juga memastikan seluruh petugas damkar dalam kondisi selamat dan tidak mengalami cedera setelah menjalankan tugas.
Lebih lanjut, Domi menegaskan bahwa petugas damkar selalu berupaya bergerak cepat sejak laporan diterima dan tidak pernah menunda penanganan kebakaran.
Damkar
Lampung Barat
Pemadam Kebakaran
Polisi Pamong Praja
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
