Dalam 5 Tahun, Luas Sawah di Lampung Berkurang 24 Ribu Hektare

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

8 Maret 2025 18:18 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Area sawah di Kota Bandar Lampung yang semakin berkurang karena pembangunan rumah. Foto: Tampan Fernando/Rilis.id
Rilis ID
Area sawah di Kota Bandar Lampung yang semakin berkurang karena pembangunan rumah. Foto: Tampan Fernando/Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Selama 5 tahun terakhir, luas area sawah di Provinsi Lampung mengalami penurunan hingga 24 ribu hektare.

Hal itu terungkap dalam data Kajian Fiskal Lampung 2024 Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung. 

Tercatat penurunan luas lahan baku sawah di Lampung dari 361.699 hektare pada 2019 menjadi 337.284 hektare pada 2024. Artinya berkurang seluas 24.415 hektare akibat alih fungsi lahan.

Kanwil DJPb Lampung menyebut berkurangnya lahn sawah Lampung menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian dalam menopang ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

“Berkurangnya luas lahan sawah ini dapat berdampak pada produksi pangan, mengingat Lampung merupakan salah satu daerah penopang stok beras nasional,” kata Kepala Kanwil DJPb Lampung, M Dody Fachrudin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/3/2025).

Selain itu, penyusutan area sawah juga berpotensi menurunkan kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang sudah menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa tahun terakhir.

Perubahan ini juga sejalan dengan dinamika alih fungsi lahan akibat urbanisasi, ekspansi industri, serta perubahan tata ruang secara organik yang semakin mendorong transformasi ekonomi ke sektor non primer.

Penetapan luas lahan baku sawah oleh ATR/BPN melalui Keputusan Menteri Nomor 686/SK-PG.03.03/XII/2019 dan Nomor 446.1/SK- PG.03.03/V/2024 menjadi indikator bahwa kebijakan perlindungan lahan pertanian perlu diperkuat, terutama bagi daerah dengan sektor basis pertanian seperti di Lampung.

“Penurunan luas sawah ini menunjukkan perlunya optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersisa agar tetap produktif melalui peningkatan efisiensi pertanian. Seperti penggunaan teknologi pertanian modern, system irigasi yang lebih baik, dan penerapan varietas unggul,” jelasnya.

Selain itu, strategi diversifikasi pangan juga perlu dikembangkan guna mengurangi ketergantungan pada beras serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian secara keseluruhan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

sawah di Lampung

panen padi

padi Lampung

sawah berkurang

alih fungsi lahan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya