Awas! Ombak Tinggi di Pantai Pesisir Lamsel, Ini Imbauan Polisi kepada Wisatawan
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Libur hari raya Idhul Fitri 2026, banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur ke sejumlah pantai yang ada di sekitaran pesisir Lampung Selatan (Lamsel).
Karena sebagian besar pantai di wilayah tersebut memiliki karakter ombak tinggi serta arus balik (rip current) yang berbahaya bagi pengunjung, Polres Lamsel menghimbau kepada para pengunjung agar waspada terhadap potensi bahaya arus laut.
Kasat Polairud Polres Lamsel IPTU Panpan Hermayadi mewakili Kapolres AKBP Toni Kasmiri, mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak berenang di area pantai yang beresiko terseret arus dan tenggelam sangat tinggi.
Kondisi gelombang laut yang tidak stabil menurutnya kerap menjadi penyebab utama kecelakaan laut, terutama saat terjadi lonjakan jumlah pengunjung pada masa libur panjang seperti Lebaran.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait telah memasang sejumlah rambu peringatan di titik-titik rawan serta menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan di lokasi wisata.
ia menegaskan, keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama, sehingga pengunjung diharapkan mematuhi seluruh aturan dan imbauan yang telah disampaikan.
“Kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai bermain terlalu dekat dengan ombak tanpa pengawasan,” ujarnya.
Selain itu, pengunjung diminta tidak memaksakan diri untuk berenang atau bermain air di luar batas aman, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di sekitar pantai.
IPTU Panpan menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan edukasi kepada masyarakat guna meminimalkan risiko kecelakaan selama masa libur berlangsung.
Dengan meningkatnya kesadaran pengunjung terhadap potensi bahaya, diharapkan aktivitas wisata di kawasan pantai Lamsel dapat berjalan aman dan kondusif. (*)
Libur hari raya
pantai pesisir
ombak tinggi
polres Lamsel
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
