Takut Pengaruhi Kejantanan, Alasan Vasektomi di Lambar Macet Sejak 2019

Anton Suryadi

Anton Suryadi

Lampung Barat

27 Agustus 2025 17:14 WIB
Daerah | Rilis ID
Budi Kurniawan, Plt Kepala Dinas DPPKB Lambar. Foto: Arya/rilis.id
Rilis ID
Budi Kurniawan, Plt Kepala Dinas DPPKB Lambar. Foto: Arya/rilis.id

Tindakan ini tidak mempengaruhi gairah seksual, kemampuan ereksi, atau produksi hormon pria. 

Namun, metode ini bersifat permanen, sehingga biasanya hanya disarankan bagi pria yang sudah tidak berencana memiliki anak lagi.

Meski terbukti aman dan efektif, vasektomi masih dianggap tabu di sebagian masyarakat karena banyaknya mitos yang beredar. Termasuk anggapan bahwa tindakan ini dapat mengurangi “kejantanan".

Budi menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin ikut program vasektomi.

“Usia minimal 40 tahun, anak minimal tiga orang, dan tidak memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau tekanan darah tinggi,” ujarnya.

Meski begitu, ia menyebutkan bahwa jika ada pria yang baru memiliki dua anak namun bersedia melakukan vasektomi, tetap akan dipertimbangkan secara medis dan psikologis.

Terakhir kali tindakan vasektomi dilakukan di Lambar adalah pada tahun 2019. Setelahnya belum ada lagi warga yang bersedia menjalani tindakan ini meski sosialisasi terus dilakukan.

“Mayoritas pria di sini belum siap secara mental, masih banyak stigma dan pemahaman keliru tentang vasektomi,” jelas Budi.

Hal ini turut disampaikan oleh salah satu warga di Kecamatan Balik Bukit saat diwawancarai.

Ridwan, seorang kepala rumah tangga, dengan tegas mengatakan dirinya tidak tertarik sama sekali dengan program tersebut.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Lampung Barat

DPPKB

vasektomi

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya