Takut Pengaruhi Kejantanan, Alasan Vasektomi di Lambar Macet Sejak 2019

Anton Suryadi

Anton Suryadi

Lampung Barat

27 Agustus 2025 17:14 WIB
Daerah | Rilis ID
Budi Kurniawan, Plt Kepala Dinas DPPKB Lambar. Foto: Arya/rilis.id
Rilis ID
Budi Kurniawan, Plt Kepala Dinas DPPKB Lambar. Foto: Arya/rilis.id

RILISID, Lampung Barat — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Pemkab Lambar) telah menyiapkan anggaran untuk program vasektomi sebagai bagian dari pengendalian jumlah penduduk.

Namun hingga saat ini, belum ada satu pun warga yang menjalani tindakan tersebut.

Padahal, program yang dikelola oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Lambar ini sudah berjalan sejak tahun 2019.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PPKB Lambar, Budi Kurniawan, membenarkan bahwa sejak pandemi Covid-19, minat terhadap vasektomi menurun.

“Pada tahun 2019, sebenarnya sempat ada tiga orang yang berminat, tapi karena saat itu pandemi, tindakan tidak bisa dilakukan. Sejak itu, tidak ada lagi yang mendaftar,” kata Budi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (27/08/2025).

Ia menyebutkan bahwa fasilitas untuk tindakan vasektomi sudah disiapkan. Bahkan, pemerintah telah menganggarkan dana khusus yang masih belum terpakai hingga hari ini. 

“Kalau ada yang mau, tentu akan langsung kita proses, semuanya ditanggung pemerintah, bahkan peserta juga mendapat berbagai insentif,” terangnya. 

Menurutnya, peserta vasektomi akan menerima tunjangan khusus, uang konsumsi, hingga uang pengganti karena tidak bekerja selama tiga hari.

Selain itu, biaya medis dalam program tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Seperti diketahui, vasektomi adalah prosedur kontrasepsi permanen bagi pria, di mana saluran sperma (vas deferens) dipotong atau ditutup.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Lampung Barat

DPPKB

vasektomi

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya