Warga Bertahan di Musala, Herman HN: Saya Tak Gentar!
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Penggusuran Kampung Pasar Griya Sukarame hanya menyisakan satu bangunan. Yakni musala kecil warna hijau yang masih berdiri tegak di antara puing-puing bangunan.
Pantauan di lapangan, warga yang tinggal di Kampung Pasar Griya memilih berlindung di balik tembok musala yang mulai terkelupas.
Barang-barang warga yang dikeluarkan paksa oleh personel Polisi Pamong Praja dikumpulkan di depan tempat ibadah itu.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, Alian Setiadi, mengatakan musala menjadi pertahanan terakhir warga.
"Ini (musala) adalah negosiasi terakhir kami dengan pemerintah kota," singkat Alian di lokasi, Selasa (24/7/2018).
Sementara Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, tetap bersikukuh penggusuran sudah memenuhi aturan.
"Itu kan milik Pemerintah Kota Bandarlampung, apa yang ditolak? Bukan milik mereka, punya pemerintah. Taatlah aturan dan taat undang-undang," tegasnya.
Dia menuturkan, pihaknya selama ini sudah memberi keleluasaan waktu kepada warga untuk mengemasi barangnya.
"Kita sudah ada surat peringatan, sudah tunda satu bulan. Ini sudah ditunggangi. Saya nggak bakal gentar, saya Herman HN," tukasnya.
Dia menyebutkan, pihaknya juga telah memfasilitasi warga yang tergusur dengan menyiapkan tempat tinggal di rumah susun.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
