Wali Kota Blitar dari PDIP Dibawa ke KPK
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, saat ini sudah ada kepala daerah yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur, Rabu (6/6) malam. Febri berujar, empat orang diamankan dari operasi tersebut, salah satunya adalah Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar.
"Tim sedang membawa 4 orang dari kegiatan di Jawa Timur, yaitu wali kota (Blitar), Kadis PU (Tulung Agung) dan swasta," kata Febri, Jakarta, Kamis (7/6/2017).
Ia menyampaikan, nantinya keempat orang tersebut akan dibawa ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. KPK sendiri memiliki waktu selama 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan.
Sementara itu uang yang diamankan tim KPK, saat ini masih dalam proses perhitungan.
"Masih dalam proses penghitungan secara pasti ya. Itu tadi estimasinya sekitar lebih dari Rp2 Miliar yang diamankan dan tim masih terus melakukan pendalaman-pendalaman informasi di lapangan," kata Febri.
Sebelumnya, lima orang diamankan dari OTT di Jatim tadi malam. Namun, menurutnya, belum ada kepala daerah yang sejauh ini sudah diamankan oleh tim KPK.
"Belum ada kepala daerah yang kami amankan sampai dengan saat ini, apakah wali kota atau pun bupati," tuturnya, Jakarta, Kamis (7/6).
Ia menyampaikan, sejauh ini lima orang yang diamankan itu terdiri dari unsur kepala dinas dan pihak swasta. Kelima orang ini kini masih menjalani pemeriksaan di daerah setempat.
"Jadi sekarang 5 orang tersebut sedang dimintakan keterangan digali informasinya terkait dengan peristiwa yang terjadi," tutupnya.
KPK dikabarkan kembali melakukan OTT. Adapun kali ini, operasi tersebut dilakukan di dua daerah di Jatim. Menurut sumber internal KPK, dua daerah tersebut yakni, Tulungagung dan Blitar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
